Cara Ajukan KPR Untuk Beli Rumah Bekas

Cara Ajukan KPR Untuk Beli Rumah Bekas

Cara Ajukan KPR Untuk Beli Rumah Bekas – Bicara soal KPR maka yang diketahui oleh masyarakat umum adalah untuk rumah baru yang dibangun oleh developer. Memang kebanyakan program KPR adalah untuk rumah baru. Proses pengajuan KPR untuk rumah baru tentunya lebih mudah dibandingkan dengan rumah bekas karena pihak developer sudah bekerjasamanya dengan pihak bank sehingga konsumen akan lebih mudah dalam mengikuti prosesnya.

Sedangkan untuk rumah bekas anda harus mengajukan sendiri ke pihak bank. Tapi tenang saja meskipun anda baru pertama kali mengajukan KPR rumah bekas tanpa melibatkan developer sebenarnya prosesnya tidak terlalu sulit asal prosedur diikuti dengan baik maka pengajuan KPR anda kemungkinan akan dapat disetujui.

Tapi sebelum anda mengurus pengajuan KPR untuk rumah bekas tersebut alangkah baiknya memperhatikan poin-poin yang penting di bawah ini agar pengajuan KPR anda diterima.

Mengetahui Harga Rumah Dengan Pasti

Jangan sampai anda belum ada kepastian dengan pemilik rumah tentang harga rumah bekas yang akan anda beli. Anda harus deal terlebih dahulu berapa harga yang telah disepakati dan katakan kepada pemilik rumah bahwa pembayarannya sebagian DP dan sisanya akan dilunasi oleh bank. Ini penting karena banyak juga pemilik rumah yang tidak mau ribet inginnya dibayar cash tanpa melibatkan pihak bank.

Pihak bank perlu mengetahui berapa harga rumah yang perlu dibiayai dan berapa porsi DP yang perlu anda siapkan. Katakanlah anda mengajukan plafon kredit 500 juta sesuai dengan harga yang ditawarkan oleh penjual. Tetapi masalahnya penilaian pihak bank terhadap harga rumah tersebut belum tentu sama dengan harga yang ditawarkan oleh pemilik rumah. Misalkan anda sudah sepakat dengan pemilik rumah harganya 500 juta kemudian ternyata setelah dinilai oleh pihak bank rumah tersebut hanya dihargai 400 juta.

✅REKOMENDED:  5 Tips Menjual Apartemen

Nah perbedaan harga 100 juta ini harus anda tanggung sebagai pembeli. Apakah anda sanggup menyediakan uang 100 juta ditambah DP katakanlah 30% x harga taksiran bank 400 juta 120 juta berarti anda harus menyediakan uang di muka 220 juta ?

Ada dua kemungkinan untuk mengatasi hal ini yaitu anda minta diturunkan harga rumah atau anda menaikan harga DP.

Jika ternyata harga rumah tidak bisa turun sedangkan anda tidak bisa menambah DP maka anda bisa mengurungkan niat anda.

Tapi anda coba mencari bank lain barangkali mereka bisa menaksir harga yang lebih tinggi sehingga mengurangi selisih antara harga jual dengan harga taksiran bank agar DP yang perlu anda siapkan semakin kecil.

Atau ada teknik yang diajarkan oleh para mentor untuk mendapatkan uang cash adalah dengan menaikan harga rumah sebelum diajukan ke pihak bank. Dengan contoh yang sama maka harga rumah yang anda tawarkan ke pihak bank tidak 500 juta lagi tetapi anda naikan sendiri misalnya 650 juta dengan harapan agar taksiran rumah oleh pihak bank juga ikut naik. Katakanlah taksiran menjadi 550 juta. Jika ini terjadi maka taksiran bank lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh pemilik rumah sehingga anda mempunyai kelebihan 50 juta untuk membantu mengurangi uang DP.

Ini terorinya bisa tetapi dalam prakteknya tentu tidak mudah kecuali anda mendapatkan rumah yang sangat bagus dan pemiliknya benar-benar butuh uang sehingga mereka menjual dengan harga murah.

✅REKOMENDED:  6 Cara Cerdas Menjual Rumah Pribadi

Dokumen Pendukung

Anda harus menyiapkan dokumen pendukung yang valid sebelum mengajukan permohonan KPR ke bank. Berikut sebagian dokumen yang diperlukan dalam proses pengajuan kredit diantaranya adalah :

  • Fotokopi Sertifikat Tanah
  • Fotokopi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Fotokopi bukti pembayaran PBB tahun terakhir
  • Surat kesepakatan jual – beli rumah yang ditandatangani oleh kedua belah pihak (penjual dan pembeli)
  • Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • NPWP
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • Surat nikah (jika sudah menikah)
  • Surat keterangan kerja
  • Jika anda wiraswasta disertakan surat-surat ijin usaha anda
  • Rekening koran mungkin minimal 6 bulan terakhir

Penilaian Bank

Setelah dokumen anda serahkan maka pihak bank akan memproses dengan menurunkan team appraisal yang akan melihat langsung rumah bekas yang akan anda beli. Anda akan dikenakan biaya mungkin sekitar 450 ribu atau tergantung banknya. Uang tersebut sebagai biaya untuk taksiran rumah anda sehingga sifatnya hangus. Disetujui atau tidaknya anda nanti maka uang tersebut tidak bisa kembali.

Usahakan anda tidak mempengaruhi proses penilaian ini dengan menyogok petugas atau menjanjikan sesuatu agar anda disetujui tetapi biarkan mereka menilai sesuai dengan kapasitas mereka sebagai penilai dari bank.

Dengan melihat dokumen dan kondisi rumah yang telah mereka lihat maka pihak bank memutuskan menolak atau menerima pengajuan anda. Jika mereka menerima mereka juga akan memberi tahu kepada anda nilai taksiran mereka terhadap rumah tersebut.

Bisa jadi nilai taksiran sama atau lebih rendah dari pengajuan kredit anda tetapi jarang terjadi nilai taksiran diatas pengajuan kredit anda.

✅REKOMENDED:  3 Penyebab Mengapa Properti Di jual Murah

Nah, bank mungkin hanya akan memberikan pinjaman kepada anda senilai 70% dari nilai taksiran mereka dan sisanya yang 30% harus menggunakan uang pribadi anda.

Disamping itu pihak bank juga akan mengenakan biaya sekitar 10% dari nilai taksiran mereka. Jadi anda harus menyiapkan uang di depan untuk DP 30% dan biaya bank 10% dari nilai taksiran bank.

Surat Perjanjian Kredit

Jika permohonan anda disetujui oleh pihak bank maka mereka akan membuat surat Perjanjian Kredit yang akan disiapkan sebelum prosesi penandatangan akad kredit.

Beberapa hal yang perlu anda cermati sebelum anda membubuhkan tanda tangan adalah :

Besarnya bunga dan cicilan per bulannya, bunga yang diterapkan adalah fix atau float selama jangka waktu kredit
Penalti, pelajari apa saja yang menyebabkan anda kena pinalti dan berapa besar nilai pinaltinya.

Akad Kredit

Proses penandatanganan akad kredit dihadiri oleh pihak bank, notaris, pembeli suami-istri (anda) dan penjual rumah suami-istri. Baik penjual maupun pembeli wajib menunjukan semua dokumen asli berupa Sertifikat Rumah, IMB, PBB, KTP, KK setelah dokumen lengkap maka notaris akan membacakan apa kewajiban dan hak kedua belah pihak.

Setelah prosesi akad kredit selesai maka notaris akan memproses balik nama sertifikat atas nama pembeli sementara Sertifikat rumah, IMB dan PBB yang asli akan disimpan oleh pihak bank sebagai jaminan.

Kemudian pihak bank akan mentransfer uang sesuai dengan kesepakatan kepada pihak penjual rumah yang tentunya mereka juga menerima DP dari pembeli rumah.