Ini Loh!! Cara Kerja Rem Hidrolik Pada Mobil Dan Motor

  • Share
Cara Kerja Rem Hidrolik Pada Mobil Dan Motor

Cara Kerja Rem Hidrolik Pada Mobil Dan Motor – Seperti yang akan kita bahas pada artikel ini mengenai prinsip kerja sistem pengereman salah satunya rem hidrolik, bahwa sistem rem ini bekerja sebagai sistem keselamatan aktif yang berfungsi untuk meperlambat laju kendaraan.

Cara Kerja Rem Hidrolik

Dan dalam proses kerjanya, sistem rem ini dikendalikan oleh anda atau pengguna melalui pedal ataupun tuas rem. Yang digunakan untuk mentransfer tenaga pengereman dari pedal rem yang akan menuju ke aktuator rem, sangat diperlukan sistem penyalur rem yang di kenal dengan sitem hidrolik atau sistem mekanik.

Mungkin anda banyak yang bertanya seperti apakah cara kerja dari rem hidrolik ? Secara umum, terdapat tiga macam model penyaluran sistem pengereman yaitu:

Macam-Macam Sistem Pengereman

Sistem Rem Mekanik

Yang pertama sistem rem mekanik ialah salah satu sistem pengereman yang masih memakai kontrol mekanikal yang berupa kabel kawat. Sistem rem tipe ini masih banyak diterapkan pada rem tromol sepeda motor serta sistem rem parkir manual.

Sistem Rem Hidraulik

Sedangkan untuk sistem rem hidroik ini bekerja berdasarkan dari hukum pascal. Yang mana material berupa fluida ini dijadikan alat untuk bisa meneruskan gaya pengereman yang dari pedal rem. Fluida dipakai karena material ini tidak mempunyai sifat kompresi sehingga sangat cocok untuk bisa menyalurkan tekanan.

Sistem Rem Angin

Untuk sistem rem angin memakai tekanan angin untuk bisa menekan tuas rem pada aktuator rem. Yang artinya, pemakai tidak secara langsung menggerakan sebuah tuas aktuator rem melalui pedal rem, dan hanya membuka katup dari tanki udara yang menuju aktuator rem.

Prinsip Kerja Rem Hidrolik

Cara Kerja Rem Hidrolik Pada Mobil Dan Motor

Karena sesuai dengan namanya rem hydraulic atau hidrolik merupakan sistem penyalur rem yang sudah memakai cairan (Hydro). Cairan tersebut yang digunakan ialah sejenis fluida yang mempunyai ketahanan tinggi. Untuk sistem pengereman hidrolik ini bekerja berdasarkan dari hukum pascal yang bunyinya “Tekanan yang diberikan oleh zat cair didalam ruang tertutup maka akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar dan juga sama rata”

Baca Juga:   12 Cara Menambah Kecepatan Motor - 100% BERHASIL

Hal tersebut menunjukan pada saat pedal rem ditekan, maka tekanan itu akan diteruskan ke aktuator rem dengan besar yng sesuai gaya penekanan pengguna terhadap pedal rem. Hal tersebut lah yang menjadi dasar dari prinsip kerja rem hidrolik yang perlu anda ketahui.

Komponen Rem hidrolik beserta fungsinya

Dialam menjalankan tugasnya, sistem pengereman hydraulic brakes didukung oleh beberapa komponen-komponen utama, untuk lebih jelasnya antara lain ialah

Master silinder

Master silinder ini terletak setelah pedal rem, dan berfungsi untuk mengubah gerakan ayunan pedal rem tersebut menjadi tekanan hidrolik. Dan Master silinder pada sistem hidrolik tersebut berhubungan dengan komponen reservoir. Fungsi dari reservoir ialah untuk menyimpan cadangan minyak rem atau fluida rem yang nantinya akan digunakan kepada sistem pengereman kendaraan.

Dalam master silinder biasanya terdapat piston serta sedikitnya dua buah saluran. Piston sendiri berfungsi untuk dapat membangkitkan tekanan fluida. Dan sementara dua selang tersebut ialah selang reservoir dan juga selang utama. Selang reservoir yang terhubung dengan reservoir maka otomatis akan tertutup pada saat pedal rem diinjak atau ditekan.

Brake Lines

Brake lines yaitu berupa selang-selang yang berfungsi menghubungkan antar komponen ke sistem rem hidrolik. Untuk selang tersebut terbuat dari dua material karet khusus dan juga logam. Bahan logam sendiri digunakan sipaya dapat menyalurkan tekanan ke aktuator dan tanpa terjadinya kerugian. Sementara untuk bahan karet khusus dipakai supya lebih fleksibel. Walaupun hanya berbahan karet, akan tetapi mempunyai ketahanan yang kuat akan tekanan.

Baca Juga:   Cara Memperbaiki Lampu Sein Vixion Yang Patah MUDAH & CEPAT

Silinder Roda

Silinder oda merupakan komponen yang fungsinya untuk mengubah kembali tekanan fluida akan menjadi gerakan mekanis. Silinder roda yang sudah terletak didalam aktuator rem tetapi masih menjadi bagian dari rangkaian sebuah sistem rem hidrolik.

Aktuator rem

Aktuator rem merupakan komponen yang fungsinya untuk mengeksekusi perintah ataupun sebuah fungsi yang sebelumnya sudah diaktifkan oleh para pengguna kendaraan. Aktuator rem sendiri artinya komponen yang fungsinya langsung melakukan sistem pada pengereman. Terdapat dua jenis aktuator rem, yaitu sistem rem tromol dan cakram, dan untuk itu berikut penjelasannya:

Sistem rem tromol

Sistem rem tromol ialah suatu rangkaian pengereman tertutup yang memanfaatkan drum ataupun tromol untuk bisa menghasilkan area gesekan yang lebih besar.

Sistem Rem Cakram

Sedangkan untuk sistem rem cakram ialah rangkaian pengereman yang bersifat terbuka, dan dengan metode penjepitan piringan oleh dua buah kampas rem yang nantinya akan menghasilkan daya pengereman yang akan lebih responsif.

Cara Kerja Sistem Rem Hidrolik

Rem hidrolik sendiri berbeda dengan cara kerja dari rem mekanik yang masih memamaki kawat. Sehingga untuk model pedal rem pada rem hidrolik ini juga pasti berbeda.

Untuk sistem kerja dari rem hidrolikk ini dimulai pada saat pengguna menginjak pedal rem. Secara otomatis tuas pada pedal rem akan terhubung langsung dengan piston yang berada didalam master silinder.

Sehingga pada saat pedal rem ditekan maka tuas rem akan mendorong piston pada master silinder. Hal tersebut dikarenakan piston terdorong yang akan menyebabkan ruang didepan piston akan mengecil. Dan selain itu, dorongan tersebut juga yang akan menyebabkan saluran reservoir akan tertutup.

Hal tersebut dikarenakan fluida rem tidak mempunyai sifat kompresi, maka fluida yang berada didepan piston tersebut akan terdorong keluar yang akan menuju saluran utama. Melewati brake lines, dan kemudian tekanan tersebut selanjutnya diteruskan ke semua aktuator pengereman dan tentunya dengan besar yang sama pula.

Baca Juga:   Cara dan Trik Bore Up Harian Honda Beat Menjadi 130cc

Pada saat tekanan fluida tersebut mencapai silinder roda, maka fluida atau minyak rem yang bertekanan tersebut akan langsung menggerakan piston pada silinder roda yng berfungsi untuk menekan kampas rem. Pada saat itulah proses kerja pengereman terjadi.

Pada saat pedal di-realease maka posisi return spring baik pada master silinder ataupun pada aktuator rem tersebut akan mendorong piston ke posisi semula atau awat. Sehingga fluida yang berada didalam brake lines kembali lagi mengisi ruang didepan piston master silinder tersebut.

Keuntungan Rem Hidrolik

Bunyi saat sedang melakukan pengereman bisa diminimalkan karena minimnya komponen yang bergesekan
Tidak akan mengalami pemuaian karena tidak menggunakan kabel kawat melainkan memakai fluida
Daya pengereman bisa diteruskan lebih maksimal sehingga rem lebih pakem

Kekurangan Rem Hidrolik

Bila tidak dirawat, komponen master silinder atau silinder roda bisa macet. Sehingga untuk perawatan pada hydraulic brake harus rutin dan tidak boleh terputus.
pada saat terjadi kebocoran fluida, minyak rem akan berpotensi merusak permukaan komponen mobil karena bersifat asam.

Komponen yang dipakai lebih kompleks

Pada sistem hidrolik rem akan terganggu pada saat terdapat udara didalam sistem, karena udara tersebut memiliki sifat kompresi. Maka dari itu pastikan selalu kondisi minyak rem yang berada didalam reservoir cukup untuk bisa meminimalkan terjadinya masuk angin pada sistem pengereman.

Demikian informasi Cara Kerja Rem Hidrolik Pada Mobil Dan Motor yang bisa Kami Sampaikan semoga bermanfaat dan menambah referensi anda dalam dunia otomotif, terimakasih sudah mengunjungi artikel ini.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *